Kamu sedang menampilkan dokumentasi untuk Kubernetes versi: v1.19

Kubernetes v1.19 dokumentasi sudah tidak dirawat lagi. Versi yang kamu lihat ini hanyalah snapshot statis. Untuk dokumentasi terkini, lihat versi terbaru.

Mengatur Akses Klaster Menggunakan Berkas kubeconfig

Gunakan berkas kubeconfig untuk mengatur informasi mengenai klaster, pengguna, namespace, dan mekanisme autentikasi. Perintah kubectl menggunakan berkas kubeconfig untuk mencari informasi yang dibutuhkan untuk memilih klaster dan berkomunikasi dengan API server dari suatu klaster.

Catatan: Sebuah berkas yang digunakan untuk mengatur akses pada klaster disebut dengan berkas kubeconfig. Ini cara yang umum digunakan untuk mereferensikan berkas konfigurasi. Ini tidak berarti ada berkas dengan nama kubeconfig.

Secara default, kubectl mencari berkas dengan nama config pada direktori $HOME/.kube. Kamu bisa mengatur lokasi berkas kubeconfig dengan mengatur nilai KUBECONFIG pada variabel environment atau dengan mengatur menggunakan tanda --kubeconfig.

Instruksi langkah demi langkah untuk membuat dan menentukan berkas kubeconfig, bisa mengacu pada [Mengatur Akses Pada Beberapa Klaster] (/id/docs/tasks/access-application-cluster/configure-access-multiple-clusters).

Mendukung beberapa klaster, pengguna, dan mekanisme autentikasi

Misalkan kamu memiliki beberapa klaster, pengguna serta komponen dapat melakukan autentikasi dengan berbagai cara. Sebagai contoh:

  • Kubelet yang berjalan dapat melakukan autentikasi dengan menggunakan sertifikat
  • Pengguna bisa melakukan autentikasi dengan menggunakan token
  • Administrator bisa memiliki beberapa sertifikat yang diberikan kepada pengguna individu.

Dengan berkas kubeconfig, kamu bisa mengatur klaster, pengguna, dan namespace. Kamu juga bisa menentukan konteks untuk mempercepat dan mempermudah perpindahan antara klaster dan namespace.

Konteks

Sebuah elemen konteks pada berkas kubeconfig digunakan untuk mengelompokkan parameter akses dengan nama yang mudah. Setiap konteks akan memiliki 3 parameter: klaster, pengguna, dan namespace. Secara default, perintah kubectl menggunakan parameter dari konteks yang aktif untuk berkomunikasi dengan klaster.

Untuk memilih konteks yang aktif, bisa menggunakan perintah berikut:

kubectl config use-context

Variabel environment KUBECONFIG

Variabel environment KUBECONFIG berisikan beberapa berkas kubeconfig. Untuk Linux dan Mac, beberapa berkas tersebut dipisahkan dengan tanda titik dua (:). Untuk Windows, dipisahkan dengan menggunakan tanda titik koma (;). Variabel environment KUBECONFIG tidak diwajibkan untuk ada. Jika variabel environment KUBECONFIG tidak ada, maka kubectl akan menggunakan berkas kubeconfig pada $HOME/.kube/config.

Jika variabel environment KUBECONFIG ternyata ada, maka kubectl akan menggunakan konfigurasi yang merupakan hasil gabungan dari berkas-berkas yang terdapat pada variabel environment KUBECONFIG.

Menggabungkan berkas-berkas kubeconfig

Untuk melihat konfigurasimu, gunakan perintah berikut ini:

kubectl config view

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, hasil perintah diatas bisa berasal dari sebuah berkas kubeconfig, atau bisa juga merupakan hasil gabungan dari beberapa berkas kubeconfig.

Berikut adalah aturan yang digunakan kubectl ketika menggabungkan beberapa berkas kubeconfig:

  1. Jika menggunakan tanda --kubeconfig, maka akan menggunakan berkas yang ditentukan. Tidak digabungkan. Hanya 1 tanda --kubeconfig yang diperbolehkan.

    Sebaliknya, jika variabel environment KUBECONFIG digunakan, maka akan menggunakan ini sebagai berkas-berkas yang akan digabungkan. Penggabungan berkas-berkas yang terdapat pada variabel environment KUBECONFIG akan mengikuti aturan sebagai berikut:

    • Mengabaikan berkas tanpa nama.
    • Mengeluarkan pesan kesalahan untuk berkas dengan isi yang tidak dapat dideserialisasi.
    • Berkas pertama yang menentukan nilai atau key pada map maka akan digunakan pada map tersebut.
    • Tidak pernah mengubah nilai atau key dari suatu map. Contoh: Pertahankan konteks pada berkas pertama yang mengatur current-context. Contoh: Jika terdapat dua berkas yang menentukan nilai red-user, maka hanya gunakan nilai red-user dari berkas pertama. Meskipun berkas kedua tidak memiliki entri yang bertentangan pada red-user, abaikan mereka.

    Beberapa contoh pengaturan variabel environment KUBECONFIG, bisa melihat pada pengaturan vaiabel environment KUBECONFIG.

    Sebaliknya, bisa menggunakan berkas kubeconfig default, $HOME/.kube/config, tanpa melakukan penggabungan.

  2. Konteks ditentukan oleh yang pertama sesuai dari pilihan berikut:

    1. Menggunakan tanda --context pada perintah
    2. Menggunakan nilai current-context dari hasil gabungan berkas kubeconfig.

    Konteks yang kosong masih diperbolehkan pada tahap ini.

  3. Menentukan klaster dan pengguna. Pada tahap ini, mungkin akan ada atau tidak ada konteks. Menentukan klaster dan pengguna berdasarkan yang pertama sesuai dengan pilihan berikut, yang mana akan dijalankan dua kali: sekali untuk pengguna dan sekali untuk klaster:

    1. Jika ada, maka gunakan tanda pada perintah: --user atau --cluster.
    2. Jika konteks tidak kosong, maka pengguna dan klaster didapat dari konteks.

    Pengguna dan klaster masih diperbolehkan kosong pada tahap ini.

  4. Menentukan informasi klaster sebenarnya yang akan digunakan. Pada tahap ini, mungkin akan ada atau tidak ada informasi klaster. Membentuk informasi klaster berdasarkan urutan berikut dan yang pertama sesuai akan digunakan:

    1. Jika ada, maka gunakan tanda pada perintah: --server, --certificate-authority, --insecure-skip-tls-verify.
    2. Jika terdapat atribut informasi klaster dari hasil gabungan berkas kubeconfig, maka gunakan itu.
    3. Jika tidak terdapat informasi mengenai lokasi server, maka dianggap gagal.
  5. Menentukan informasi pengguna sebenarnya yang akan digunakan. Membentuk informasi pengguna dengan aturan yang sama dengan pembentukan informasi klaster, namun hanya diperbolehkan ada satu teknik autentikasi untuk setiap pengguna:

    1. Jika ada, gunakan tanda pada perintah: --client-certificate, --client-key, --username, --password, --token.
    2. Menggunakan field user dari hasil gabungan berkas kubeconfig.
    3. Jika terdapat dua teknik yang bertentangan, maka dianggap gagal.
  6. Untuk setiap informasi yang masih belum terisi, akan menggunakan nilai default dan kemungkinan akan meminta informasi autentikasi.

Referensi berkas

Referensi file dan path pada berkas kubeconfig adalah bernilai relatif terhadap lokasi dari berkas kubeconfig. Referensi file pada perintah adalah relatif terhadap direktori kerja saat ini. Dalam $HOME/.kube/config, relative path akan disimpan secara relatif, dan absolute path akan disimpan secara mutlak.

Selanjutnya

Last modified July 10, 2020 at 10:24 PM PST: Replace EN links to ID links (0c799ef75)